7 Fakta menarik yang tidak banyak di ketahui pada 17 Agust 1945 & Tanggal 17 Agustus sendiri

Mari kita kembali pada masa lalu, mengingat detik-detik terbaik seblum terjadi nya Proklamasi, mungkin banyak yang menilai kalau ini terlalu Nasionalis, tapi ini bukan soal Nasionalis, tapi tentang hal yang harus kalian fahami selain hanya bergaul bebas masa sekarang, dan merasa merdeka, walaupun kalian sendiri tidak faham merdeka tapi sok idealis untuk mendefenisikan merdeka.

  1. Soekarno tidak enak badan

    Foto : Wikipedia

    Sebelum proklamasi, Bung Karno merasa tidak enak badan. Ternyata, penyakit malaria beliau kambuh. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat kemerdekaan.

  2. Upacara yang sangat sederhana

    Foto : Wikipedia

    Upacara yang terjadi saat proklamasi 17 Agustus 1945 tidaklah meriah seperti sekarang. Dahulu tidak ada protokol, korps musik, bahkan tiang bendera saja masih terbuat dari batang bambu. Ini baru nikmat, tidak seperti kalian yang masih sok-sokan dan minta orang tua. hahaha

  3. Naskah Asli Proklamasi Tulisan Bung Karno masuk tong sampah

Foto : Wikipedia

Bukan pemerintah yang memiliki naskah asli teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno, melainkan seorang wartawan asal Aceh bernama BM Diah yang menemukannya di tong sampah rumah Laksamana Maeda. Draft tersebut dibuang setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. BM Diah sendiri baru menyerahkan draft tersebut pada tanggal 29 Mei 1992.

4. Perintah Pertama Presiden Soekarno

Perintah pertama Presiden sewaktu pertama jadi Presiden, bukan lah soal Pemerintahan Negara, melainkan memerintah untuk membeli sate 50 tusuk di dekat kediaman nya.

5. Dokumentasi Proklamasi yang hampir di sita Jepang

Pict : Wikipedia

Apa jadinya bila prosesi proklamasi tidak didokumentasikan dengan baik? Tentu tidak ada yang percaya dengan kejadian ini. Frans Mendoer lah yang jadi penyelamat dokumentasi proklamasi milik negara. Sempat diminta oleh Tentara Jepang, Frans berkata tidak memilikinya. Padahal negatif film dokumentasi tersebut ditanamnya di sebuah pohon di kantor Harian Asia Raja.

6. Ibu kota Negara yang sempat pindah 3 kali dalam 4 tahun

Foto : Wikipedia

Hanya Indonesia negara di dunia yang berpindah-pindah ibukota dalam kurun waktu yang singkat sebanyak 3 kali. Setelah Jakarta (1945-1946), ibukota pindah ke Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949) sebelum akhirnya kembali lagi ke Jakarta.

7. Proklamator lebih dari 2 orang

Foto : Wikipedia

Siapa sangka, Bung Hatta sempat mengusulkan bahwa semua yang hadir dalam rapat perumusan naskah proklamasi ikut menandatangani teks tersebut. Namun, oleh Sukarni, usul tersebut ditolak. Bila disetujui, proklamator akan berjumlah lebih dari dua orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *